Hati adalah segumpal daging yang jika ia rusak maka rusaklah semuanya, hati
juga seperti segumpal kapas di padang pasir yang terombang ambing oleh angin,
mudah berubah dan tidak konstan. Juga hati diibaratkan kaca bening yang jika
ada kotoran yang hinggap didalamnya dan tidak segera kita hapus maka noda itu
susah untuk kita hilangkan.
Masih banyak lagi perumpamaan menyangkut hati atau yang lebih mengena adalah
sifat dan perasaan manusia karena dalam dunia kedokteran hati atau hepar adalah
bagian dari tubuh yang sangat besar manfaatnya hehehe .
Perasaan manusia jika kita campur dengan senyawa akal dan agama maka akan
menghasilkan suatu ramuan yang sempurna, bahkan dunia akan menjadi baik
seluruhnya. Namun jika hati atau perasaan tidak dijadikan satu dengan
akal dan agama maka ia akan membuat kerusakan di bumi ini, kebinasaan adalah
hasilnya. Jadi bisa diambil kesimpulan atau perasaan maanusia pada prinsipnya
tidak boleh berdiri sendiri tetapi harus ada kontrol yaitu akal dan agama. Namun
hati juga tidak boleh tercabut dari diri manusia, karena ia adalah penghalus
dan pelembut tindakan manusia, sungguh Tuhan telah menciptakan kita penuh
dengan kesempurnaan didalamnya.
Hakikat manusia senang dengan keindahan, kecantikan dan kesempurnaan
walaupun semuanya itu hanyalah angan manusia karena kesempuranaan adalah milik
kholik/pencipta.Disinilah titik nadir atau lemahnya hati atau perasaan manusia
yang tentunya tidak disia-siakan oleh musuh abadi manusia yaitu syetan
laknatullah.
Dengan bisikan lebutnya pada dada manusia, yang membangunkan perasaan dan
angan hampa mahluk menyusup dalam pikiran yang melahirkan tindakan manusia,
jika kita sadar dan kontrol maka tindakan tersebut tidak kita lahirkan. Inilah
konflik yang terjadi hampir setiap detik dalam diri kita, terjadi tarik menarik
antara kubu positif dan negatif namun tanpa kita menyadarinya.
Waspadalah.....karena perbuatan baik dan buruk terpisah hanya tipis sekali
lebih tipis dari kulit bawang . Jadi apa yang bisa menyelamatkan kita ?
Bagaimana kita bisa melawannya ?
Kisah Nabi Yusuf AS cukuplah bagi kita menjadi pelajaran, sesungguhnya nabi Yusuf
AS juga ada perasaan dan keinginan
ketika digoda oleh Isteri sang pejabat kerajaan pada zaman itu, namun Nabi
Yusuf menlihat tanda-tanda dari Allah SWT sehingga beliau tidak tergoda oleh
bisikan syetan, karena pertolongan Allah lah semua bisa kita lalui. So…….jangan
bosan berdoa dan tentunya giatlah beribadah karena yang kita cari di dunia ini hanya
Ridha Allah, jika cinta Allah telah kita dapatkan maka kita akan dibimbingnya
menuju cahaya yang terang benderang tanpa ada keraguan sedikitpun.
Berserahlah pada – Nya saudaraku, sebesar apapun permasalahan kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar