Sabtu, 18 November 2017
Hujan
Jika kita memaknai hujan sejatinya adalah buah dari suatu proses alam yaitu adanya pertautan antara udara dan butiran air yg dibawa ke langit oleh angin, seperti kehidupan ini orang terkadang lupa proses setelah hasil ia terima, kita kadang marah tidak terima akan kegagalan kita dlm hidup namun kita lupa mengapa ini terjadi ? Bagaimana proses dibentuknya mungkin ada kelupaan dan kelalaian kita dalam proses itu sehingga hasil yg kita dapat tidak sesuai harapan kita so....jangan lupa menghargai proses, selamat sore dan ingatlah perjuangan hanya ada 'awal' dan ia tidak akan ada akhir ...
Minggu, 30 November 2014
Demi masa........
Masa ini..............
Dimana kebenaran sudah buram terkalahkan oleh pencitraan manusia. Orang tidak lagi mencari nilai -nilai luhur tetapi mencari nilai harta. Mudah sekali mencari kambing hitam demi memuluskan kekuasaan. Masih seperti yang dahulu, orang tidak merasa malu berbicara selalu berlainan dari waktu kewaktu. Politisi adalah orang yang harus bisa mematikan hati nuraninya demi tercapai tujuan. Rakyatpun cukup puas dengan kamuflase perubahan walau hatinya menjerit sekuat-kuatnya karena menahan lapar yang terikat oleh janji-janji palsu sang penguasa.
Masa ini ...............
BBM naik, harga naik, gembar gembor kartu-kartu sakti, impor melejit, dari sapi, beras, mungkin sampai harga diri yang diimpor demi keuntungan pribadi.
Demontrasi dimana mana.........
Anak-nak Revolusi Mental memakan kepahitan dari induknya yang menelurkannya. Pemerintah dan DPR bagaikan rel terus berjalan beriringan namun tidak pernah bertemu kata sepakat. Menteri-menteri bermanuver sendiri-sendiri menerjemahkan kata sang leader nya dengan kepiawainya. Sementara anak SMP sedih karena uang jajannya dikurangi harus rela berbagi dengan supir angkot karena alasan BBM melejit.
Negeri yang kaya ini terkadang lucu jika diamati..........
Lebih rela dan gengsi jika yang mengelolanya adalah asing.....semua serba asing
Artis luar lebih diminati dibanding produk lokal, dari wabah korea sekarang wabah India melanda anak-anak muda dinegeri ini. Kita bukan saja telah terjadi pergeseran nilai namun telah menjadi revolusi nilai atau lebih kerennya sekarang Revolusi Mental. Sungguh nilai adalah diartikan uang pada masa ini. Ibu pertiwi bersedih atau galau tepatnya, dengan pakaiannya, apakah masih harus mengenakan kebaya atau rok mini ?
Masihkah ada idelisme sekarang ? atau kita................
Hanya menjadi kisah burung kecil yang tidur terlentang dengan kaki mungilnya menyangga langit bersiap-siap jika langit runtuh dan disaksikan sang gajah yang tertawa-tawa terbahak-bahak melihat tingkah laku sang burung kecil dan bertanya apa yang bisa kau lakukan wahai burung kecil dengan kakimu yang mungil itu sedangkan aku yang gagah perkasa tidak akan bisa menyangga jika langit runtuh ? burung kecil hanya tersenyum dengan optimisnya dan berkata wahai gajah setidaknya aku telah berusaha melakukan dengan apa yang aku bisa adalah lebih baik dari pada tidak berbuat sama sekali !
Dimana kebenaran sudah buram terkalahkan oleh pencitraan manusia. Orang tidak lagi mencari nilai -nilai luhur tetapi mencari nilai harta. Mudah sekali mencari kambing hitam demi memuluskan kekuasaan. Masih seperti yang dahulu, orang tidak merasa malu berbicara selalu berlainan dari waktu kewaktu. Politisi adalah orang yang harus bisa mematikan hati nuraninya demi tercapai tujuan. Rakyatpun cukup puas dengan kamuflase perubahan walau hatinya menjerit sekuat-kuatnya karena menahan lapar yang terikat oleh janji-janji palsu sang penguasa.
Masa ini ...............
BBM naik, harga naik, gembar gembor kartu-kartu sakti, impor melejit, dari sapi, beras, mungkin sampai harga diri yang diimpor demi keuntungan pribadi.
Demontrasi dimana mana.........
Anak-nak Revolusi Mental memakan kepahitan dari induknya yang menelurkannya. Pemerintah dan DPR bagaikan rel terus berjalan beriringan namun tidak pernah bertemu kata sepakat. Menteri-menteri bermanuver sendiri-sendiri menerjemahkan kata sang leader nya dengan kepiawainya. Sementara anak SMP sedih karena uang jajannya dikurangi harus rela berbagi dengan supir angkot karena alasan BBM melejit.
Negeri yang kaya ini terkadang lucu jika diamati..........
Lebih rela dan gengsi jika yang mengelolanya adalah asing.....semua serba asing
Artis luar lebih diminati dibanding produk lokal, dari wabah korea sekarang wabah India melanda anak-anak muda dinegeri ini. Kita bukan saja telah terjadi pergeseran nilai namun telah menjadi revolusi nilai atau lebih kerennya sekarang Revolusi Mental. Sungguh nilai adalah diartikan uang pada masa ini. Ibu pertiwi bersedih atau galau tepatnya, dengan pakaiannya, apakah masih harus mengenakan kebaya atau rok mini ?
Masihkah ada idelisme sekarang ? atau kita................
Hanya menjadi kisah burung kecil yang tidur terlentang dengan kaki mungilnya menyangga langit bersiap-siap jika langit runtuh dan disaksikan sang gajah yang tertawa-tawa terbahak-bahak melihat tingkah laku sang burung kecil dan bertanya apa yang bisa kau lakukan wahai burung kecil dengan kakimu yang mungil itu sedangkan aku yang gagah perkasa tidak akan bisa menyangga jika langit runtuh ? burung kecil hanya tersenyum dengan optimisnya dan berkata wahai gajah setidaknya aku telah berusaha melakukan dengan apa yang aku bisa adalah lebih baik dari pada tidak berbuat sama sekali !
moment ..........
Kebersamaan adalah anugerah yang terindah dari Tuhan, moment yang manis dikenang sampai kapanpun, karena hati yang terpadu awalnya terpisah karena waktu dan jarak menjadi ada pemisah karena takdirnya.
Yah.......pada hakikatnya nanti kita akan mempertanggung jawabkan amal kita sendiri-sendiri saudaraku dihadapan sang kholik.
Anakku..., isteriku, ibuku, saudaraku kalian bisa menjadi fitnah dan rahmat kelak diakhir zaman, dimana mulut kita terkunci, amal kita yang menjadi saksi apa yang telah kita perbuat di alam fana ini. Jadi rayakanlah kebersamaan indah sekarang, rayakan moment kita dengan cinta dan kasih.
Walau terkadang kita tidak senantiasa bersama, namun percayalah hati kita akan selalu padu. Mudah-mudahan kita akan senatiasa bersama di jannah kelak dengan kerbersamaan yang indah.
Sebuah Cinta
Cinta............
Kami cinta yang tak ternilai dengan apapun !
Cinta kami adalah kholwat yg suci yang tertebus dengan darah dan nyawa .
Duhai .......semanis madu bila terengguk, bagaikan arak melenakan namun tidak memabukkan .....
Cinta...........
Kami diikat dan dijalin dengan kuat ! Jauh sekuat ikatan darah sekalipun !
Kami tidak berjarak tidak mengenal waktu bahkan tidak mengenal keluarga
Kami cukuplah janji sahadah penebusnya.
Wahai saudaraku ...........
Di Palestina, Suriah, Mesir, Rohingya....
Wahai saudaraku.....
Di seluruh tempat di bumi Allah !
Kupersembahkan salam dan doa suci dari ruhku yang terdalam, doa ralam setiap nafasku semoga kalian bahagia sebagaimana pula aku bahagia, amin
Kami cinta yang tak ternilai dengan apapun !
Cinta kami adalah kholwat yg suci yang tertebus dengan darah dan nyawa .
Duhai .......semanis madu bila terengguk, bagaikan arak melenakan namun tidak memabukkan .....
Cinta...........
Kami diikat dan dijalin dengan kuat ! Jauh sekuat ikatan darah sekalipun !
Kami tidak berjarak tidak mengenal waktu bahkan tidak mengenal keluarga
Kami cukuplah janji sahadah penebusnya.
Wahai saudaraku ...........
Di Palestina, Suriah, Mesir, Rohingya....
Wahai saudaraku.....
Di seluruh tempat di bumi Allah !
Kupersembahkan salam dan doa suci dari ruhku yang terdalam, doa ralam setiap nafasku semoga kalian bahagia sebagaimana pula aku bahagia, amin
Grrrrrrrrrrrrrrrr..........
Tiba-tiba kepala ini gelap.....pandangan nanar ada yang tersayat dalam dada dihebus oleh sang musuh abadi disiram garam amarah !
Kau mengecil siap kucabik-cabik dan kujebol batok kepalamu ! Dada ini bergemuruh......terlotar binatang dan bau busuk kehidupan ! Dari mulut yang busuk !
Tangan kaki tak terkontrol lagi berjalan diluar kehendak yang ada hanya ringan yang siap membinasakan ! Kamp*nk ! kalian semua binatang !
semakin hati terjerat dan terjerumus sang durjana ......
dunia hitam....dunia menjengkelkan....dunia persetan !
mati adalah sahabat akrab dan dicari dirindu.......!
Duhai............Duhai..............Duhai........
tidakkah kau lihat kekasihmu bersedih ..........
tidakkah kau lihat pengagummu menangis kecewa......
tidakkah kau lihat burung-burung berkicau indah .......
langit masih biru kawan !
tersenyumlah ....maafkan dia karena Allah !
bukankah engkau mencintai Allah dilubuk hatimu yang terdalam ....
bukankah engkau merindukan cahaya-Nya siang malam secara diam-diam...
bukankah engkau sering berbisik lirih menyebut nama-Nya
maafkan aku yang masih belum kembali kejalan-Mu.......
Duhai............Duhai..............Duhai........
tersenyumlah ....maafkan dia karena Allah !
tersenyumlah ....maafkan dia karena Allah !
Kau mengecil siap kucabik-cabik dan kujebol batok kepalamu ! Dada ini bergemuruh......terlotar binatang dan bau busuk kehidupan ! Dari mulut yang busuk !
Tangan kaki tak terkontrol lagi berjalan diluar kehendak yang ada hanya ringan yang siap membinasakan ! Kamp*nk ! kalian semua binatang !
semakin hati terjerat dan terjerumus sang durjana ......
dunia hitam....dunia menjengkelkan....dunia persetan !
mati adalah sahabat akrab dan dicari dirindu.......!
Duhai............Duhai..............Duhai........
tidakkah kau lihat kekasihmu bersedih ..........
tidakkah kau lihat pengagummu menangis kecewa......
tidakkah kau lihat burung-burung berkicau indah .......
langit masih biru kawan !
tersenyumlah ....maafkan dia karena Allah !
bukankah engkau mencintai Allah dilubuk hatimu yang terdalam ....
bukankah engkau merindukan cahaya-Nya siang malam secara diam-diam...
bukankah engkau sering berbisik lirih menyebut nama-Nya
maafkan aku yang masih belum kembali kejalan-Mu.......
Duhai............Duhai..............Duhai........
tersenyumlah ....maafkan dia karena Allah !
tersenyumlah ....maafkan dia karena Allah !
Selasa, 29 Januari 2013
pengakuan
Tertegun asa, teringat jalan yang tlah terlampaui ?
Terpaling kupu-kupu indah angan-angan.......
Senyum itu belum sirna juga dari benak namun pahit cambuk memaksaku terus melangkah
jalan ini kadang hitam pekat, namun juga terkadang penuh sinar benderang
Aku memohon jangan pergi ! Walau kau hanya dalam khayal !
Aku memohon jangan pergi ! Aku butuh semangat dan Api Senyummu
Aku Sungguh berharap ..............
Engkau kekasihku dalam hening dan ramai
Engkau kekasihku dalam suka dan duka
Engkau kekasihku ketika aku lahir dan mati
Walau.........
terkadang aku berhianat pada-Mu !
terkadang aku lupa pada senyum, dan lebih memilih api yang membakar
maafkan segala kesalahanku kekasihku ...........
Tuhan !
Terpaling kupu-kupu indah angan-angan.......
Senyum itu belum sirna juga dari benak namun pahit cambuk memaksaku terus melangkah
jalan ini kadang hitam pekat, namun juga terkadang penuh sinar benderang
Aku memohon jangan pergi ! Walau kau hanya dalam khayal !
Aku memohon jangan pergi ! Aku butuh semangat dan Api Senyummu
Aku Sungguh berharap ..............
Engkau kekasihku dalam hening dan ramai
Engkau kekasihku dalam suka dan duka
Engkau kekasihku ketika aku lahir dan mati
Walau.........
terkadang aku berhianat pada-Mu !
terkadang aku lupa pada senyum, dan lebih memilih api yang membakar
maafkan segala kesalahanku kekasihku ...........
Tuhan !
Selasa, 02 Oktober 2012
Rahasia Hati
Hati adalah segumpal daging yang jika ia rusak maka rusaklah semuanya, hati
juga seperti segumpal kapas di padang pasir yang terombang ambing oleh angin,
mudah berubah dan tidak konstan. Juga hati diibaratkan kaca bening yang jika
ada kotoran yang hinggap didalamnya dan tidak segera kita hapus maka noda itu
susah untuk kita hilangkan.
Masih banyak lagi perumpamaan menyangkut hati atau yang lebih mengena adalah sifat dan perasaan manusia karena dalam dunia kedokteran hati atau hepar adalah bagian dari tubuh yang sangat besar manfaatnya hehehe .
Perasaan manusia jika kita campur dengan senyawa akal dan agama maka akan menghasilkan suatu ramuan yang sempurna, bahkan dunia akan menjadi baik seluruhnya. Namun jika hati atau perasaan tidak dijadikan satu dengan akal dan agama maka ia akan membuat kerusakan di bumi ini, kebinasaan adalah hasilnya. Jadi bisa diambil kesimpulan atau perasaan maanusia pada prinsipnya tidak boleh berdiri sendiri tetapi harus ada kontrol yaitu akal dan agama. Namun hati juga tidak boleh tercabut dari diri manusia, karena ia adalah penghalus dan pelembut tindakan manusia, sungguh Tuhan telah menciptakan kita penuh dengan kesempurnaan didalamnya.
Hakikat manusia senang dengan keindahan, kecantikan dan kesempurnaan walaupun semuanya itu hanyalah angan manusia karena kesempuranaan adalah milik kholik/pencipta.Disinilah titik nadir atau lemahnya hati atau perasaan manusia yang tentunya tidak disia-siakan oleh musuh abadi manusia yaitu syetan laknatullah.
Dengan bisikan lebutnya pada dada manusia, yang membangunkan perasaan dan angan hampa mahluk menyusup dalam pikiran yang melahirkan tindakan manusia, jika kita sadar dan kontrol maka tindakan tersebut tidak kita lahirkan. Inilah konflik yang terjadi hampir setiap detik dalam diri kita, terjadi tarik menarik antara kubu positif dan negatif namun tanpa kita menyadarinya. Waspadalah.....karena perbuatan baik dan buruk terpisah hanya tipis sekali lebih tipis dari kulit bawang . Jadi apa yang bisa menyelamatkan kita ? Bagaimana kita bisa melawannya ?
Kisah Nabi Yusuf AS cukuplah bagi kita menjadi pelajaran, sesungguhnya nabi Yusuf AS juga ada perasaan dan keinginan ketika digoda oleh Isteri sang pejabat kerajaan pada zaman itu, namun Nabi Yusuf menlihat tanda-tanda dari Allah SWT sehingga beliau tidak tergoda oleh bisikan syetan, karena pertolongan Allah lah semua bisa kita lalui. So…….jangan bosan berdoa dan tentunya giatlah beribadah karena yang kita cari di dunia ini hanya Ridha Allah, jika cinta Allah telah kita dapatkan maka kita akan dibimbingnya menuju cahaya yang terang benderang tanpa ada keraguan sedikitpun.
Berserahlah pada – Nya saudaraku, sebesar apapun permasalahan kita.
Masih banyak lagi perumpamaan menyangkut hati atau yang lebih mengena adalah sifat dan perasaan manusia karena dalam dunia kedokteran hati atau hepar adalah bagian dari tubuh yang sangat besar manfaatnya hehehe .
Perasaan manusia jika kita campur dengan senyawa akal dan agama maka akan menghasilkan suatu ramuan yang sempurna, bahkan dunia akan menjadi baik seluruhnya. Namun jika hati atau perasaan tidak dijadikan satu dengan akal dan agama maka ia akan membuat kerusakan di bumi ini, kebinasaan adalah hasilnya. Jadi bisa diambil kesimpulan atau perasaan maanusia pada prinsipnya tidak boleh berdiri sendiri tetapi harus ada kontrol yaitu akal dan agama. Namun hati juga tidak boleh tercabut dari diri manusia, karena ia adalah penghalus dan pelembut tindakan manusia, sungguh Tuhan telah menciptakan kita penuh dengan kesempurnaan didalamnya.
Hakikat manusia senang dengan keindahan, kecantikan dan kesempurnaan walaupun semuanya itu hanyalah angan manusia karena kesempuranaan adalah milik kholik/pencipta.Disinilah titik nadir atau lemahnya hati atau perasaan manusia yang tentunya tidak disia-siakan oleh musuh abadi manusia yaitu syetan laknatullah.
Dengan bisikan lebutnya pada dada manusia, yang membangunkan perasaan dan angan hampa mahluk menyusup dalam pikiran yang melahirkan tindakan manusia, jika kita sadar dan kontrol maka tindakan tersebut tidak kita lahirkan. Inilah konflik yang terjadi hampir setiap detik dalam diri kita, terjadi tarik menarik antara kubu positif dan negatif namun tanpa kita menyadarinya. Waspadalah.....karena perbuatan baik dan buruk terpisah hanya tipis sekali lebih tipis dari kulit bawang . Jadi apa yang bisa menyelamatkan kita ? Bagaimana kita bisa melawannya ?
Kisah Nabi Yusuf AS cukuplah bagi kita menjadi pelajaran, sesungguhnya nabi Yusuf AS juga ada perasaan dan keinginan ketika digoda oleh Isteri sang pejabat kerajaan pada zaman itu, namun Nabi Yusuf menlihat tanda-tanda dari Allah SWT sehingga beliau tidak tergoda oleh bisikan syetan, karena pertolongan Allah lah semua bisa kita lalui. So…….jangan bosan berdoa dan tentunya giatlah beribadah karena yang kita cari di dunia ini hanya Ridha Allah, jika cinta Allah telah kita dapatkan maka kita akan dibimbingnya menuju cahaya yang terang benderang tanpa ada keraguan sedikitpun.
Berserahlah pada – Nya saudaraku, sebesar apapun permasalahan kita.
Langganan:
Komentar (Atom)


