Masa ini..............
Dimana kebenaran sudah buram terkalahkan oleh pencitraan manusia. Orang tidak lagi mencari nilai -nilai luhur tetapi mencari nilai harta. Mudah sekali mencari kambing hitam demi memuluskan kekuasaan. Masih seperti yang dahulu, orang tidak merasa malu berbicara selalu berlainan dari waktu kewaktu. Politisi adalah orang yang harus bisa mematikan hati nuraninya demi tercapai tujuan. Rakyatpun cukup puas dengan kamuflase perubahan walau hatinya menjerit sekuat-kuatnya karena menahan lapar yang terikat oleh janji-janji palsu sang penguasa.
Masa ini ...............
BBM naik, harga naik, gembar gembor kartu-kartu sakti, impor melejit, dari sapi, beras, mungkin sampai harga diri yang diimpor demi keuntungan pribadi.
Demontrasi dimana mana.........
Anak-nak Revolusi Mental memakan kepahitan dari induknya yang menelurkannya. Pemerintah dan DPR bagaikan rel terus berjalan beriringan namun tidak pernah bertemu kata sepakat. Menteri-menteri bermanuver sendiri-sendiri menerjemahkan kata sang leader nya dengan kepiawainya. Sementara anak SMP sedih karena uang jajannya dikurangi harus rela berbagi dengan supir angkot karena alasan BBM melejit.
Negeri yang kaya ini terkadang lucu jika diamati..........
Lebih rela dan gengsi jika yang mengelolanya adalah asing.....semua serba asing
Artis luar lebih diminati dibanding produk lokal, dari wabah korea sekarang wabah India melanda anak-anak muda dinegeri ini. Kita bukan saja telah terjadi pergeseran nilai namun telah menjadi revolusi nilai atau lebih kerennya sekarang Revolusi Mental. Sungguh nilai adalah diartikan uang pada masa ini. Ibu pertiwi bersedih atau galau tepatnya, dengan pakaiannya, apakah masih harus mengenakan kebaya atau rok mini ?
Masihkah ada idelisme sekarang ? atau kita................
Hanya menjadi kisah burung kecil yang tidur terlentang dengan kaki mungilnya menyangga langit bersiap-siap jika langit runtuh dan disaksikan sang gajah yang tertawa-tawa terbahak-bahak melihat tingkah laku sang burung kecil dan bertanya apa yang bisa kau lakukan wahai burung kecil dengan kakimu yang mungil itu sedangkan aku yang gagah perkasa tidak akan bisa menyangga jika langit runtuh ? burung kecil hanya tersenyum dengan optimisnya dan berkata wahai gajah setidaknya aku telah berusaha melakukan dengan apa yang aku bisa adalah lebih baik dari pada tidak berbuat sama sekali !
Tidak ada komentar:
Posting Komentar